Anak Saya Ngga Mau ke Surga

16 Oct 2011

Ritual shalat maghrib berjamaah dengan puteri saya, sangat menyenangkan. Biasanya usai salam, berdzikir, kemudian Naya (5 th) –dengan mukena strawberrynya–akan membaca do’a untuk kedua orang tua, lengkap dengan terjemahnya.

robbana a tina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah wakina adzabannar

Ya Allah, sayangilah kedua orang tuaku seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Di sampingnya, Andra (3 th), ikut menengadahkan tangan, sambil lirik-lirik matanya.

Hafalan surat pendeknya pun Naya langsung bacakan. Surat An Naas, Al Ikhlas, Al Falaaq. Biasanya setelah itu Naya nagih diceritakan tentang dongeng Islami dari Al Quran. Saya ambil yang gampang aja deh, cerita dari surat Al Fiil. Ditambah cerita lebay dikit lah, tanpa menghilangkan maksud suratnya.

Alhamdulillah, ternyata menceritakan isi Al Qur’an dengan pendekatan cerita itu, lebih mengena ke anak-anak. Di sekolah mereka diharuskan menghafal, maka di rumah, orang tuanya yang memberi tafsir/cerita dari hafalan anak-anak.

Ada satu pertanyaan yang mengejutkan saya usai shalat Maghrib suatu hari..

Naya: “Abi, Naya mau dibawa kemana kalau udah besar?”

Setdah.. ini anak kecil, pertanyaannya tua banget. Ini sih nanya tentang visi misi sebenarnya. Saya jawab simpel aja..

“Naya nanti insyaallah Abi bawa ke Surga ya…”

Plong, sambil mikir juga.. ‘emangnya gampang….?’

Eh Naya jawab lagi..

“Ngga mau ah kalau ke Surga..”

Saya kaget: “Emangnya kenapa, kok ngga mau?”

Naya: “Kalau ke Surga, ntar ke bawah telapak kaki Bunda dong. Khan surga ada di bawah telapak kaki Bunda..”

Bwahahahahaha…

Naya.. Naya.. lucu tapi dalam jawabanmu Nak…

Insyaallah… kaki Bunda-mu itu yang sering digunakan kesana kemari untuk membesarkanmu yang jadi saksi bagaimana ia layak masuk surga.

Kaki Bundamu, yang walaupun berat ketika harus bangun di tengah malam, mendengarmu menangis, ngompol, harus menggendongmu ke kamar mandi dan membersihkan kotoran.

Kaki Bundamu, yang di pagi buta, harus berjalan menuruni tangga, menuju dapur dan mulai memasak untuk makananmu di pagi hari, agar Naya terjaga sarapan dan bisa konsentrasi belajar.

Sudah sepantasnya surga ada di bawah telapak kaki bunda.

Nanti kalau sudah besar ya Naya, pasti kamu mau ke surga, walaupun itu ada di bawah telapak kaki Bunda.


TAGS


-

Author

Follow Me