Tentang Wakil Rakyat: Sederhana itu Tidak Sederhana

14 Nov 2011

Suatu kali saya pernah mengisi pelatihan di sebuah mesjid komplek perumahan di Bogor, atas undangan remaja mesjidnya. Saya saat itu bicara sebelum salah satu ustadz terkenal di Bogor, yang juga anggota DPR. Usai acara, saya bertemu dengan Sang Ustadz; yang sedang berbincang santai dengan panitianya..

Panitianya menyampaikan sesuatu yang membuat saya kagum.

“Kang.. kami malu sama Ustadz. Tadi Ustadz datang jalan kaki saja dari gerbang depan komplek. Ketika kami tanya, ngga pake kendaraan Ustadz?”

Ustadz sejenak diam, dan menjawab:

“Kendaraannya sudah saya infak-kan untuk dakwah”..

Subhanallah..

Ustadz ini wakil rakyat yang benar-benar merakyat. Dia tak ragu hidup sederhana, bahkan rela berjalan kaki dan ber-angkot-ria, demi kemajuan dakwah.

Hidupnya sederhana; akan tetapi sederhana itu sebenarnya tidak sederhana, karena keluarnya dari jiwa.

Jika sederhana sekedar citra, maka sederhana hanya jadi make-up dan seremoni belaka.

Sesuatu yang muncul dari jiwa, selalu menyentuh hati dan menarik jiwa juga.

Di sela berita tentang mewahnya gaya hidup wakil rakyat, masih banyak pribadi-pribadi wakil rakyat yang sederhana, karena sesungguhnya rakyat yang mereka wakili, masih hidup dalam kesederhanaan.

Jika ingin menemui Sang Ustadz, sesekali naiklah commuter line Bogor-Jakarta, siapa tahu ketemu dengan beliau. Sapa lah, karena sesungguhnya kepemimpinan soal teladan, dan teladan itu hanya muncul dari jiwa yang sederhana.


TAGS


-

Author

Follow Me