• 2

    Apr

    Efek Depan Kenaikan Harga BBM

    BBM tak jadi naik 1 April ini. Tak jadi, bukan berarti tidak, hanya soal waktu saja. Hiruk pikuk parlemen berujung pada kompromi kalkulatif politis. BBM memang berdampak dan berefek samping, akan tetapi tak cuma efek samping, efek depannya juga ada. Buktinya, harga bahan pokok sudah naik, harga bensin eceran naik, pertamax naik, dan membuat para pemilik mobil mewah beralih ke premium; tanpa malu, tanpa punya rasa keberpihakan. Orang miskin di negeri ini memang seringkali jadi komoditas politik ketimbang jadi target kesejahteraan. Hanya di Indonesia saja, orang miskin dijadikan alat untuk mensubsidi orang kaya melalui subsidi BBM. Buktinya, tak banyak orang miskin yang berkendaraan roda dua, tiga apalagi empat. Buktinya, orang miskin yang paling banyak terkena efek depan BBM. R
  • 16

    Feb

    Politisi dan Penyakit Emosi

    Melihat salah seorang politisi di ruang sidang, diindikasi berbohong dalam kasus korupsinya, kemudian muncul koleganya asal partai yang sama, berucap kata penuh dengan ayat-ayat Tuhan, tapi kita tahu beberapa diantaranya hanyalah busa. Saya teringat dengan skripsi yang membahas tentang Alexitimia, salah satu penyakit emosi yang dibahas Daniel Goleman dalam buku Emotional Intelligence. Alexitimia adalah penyakit ekspresi, penyakit yang tak bisa memberikan keputusan, hanya berputar di argumen. Tak jelas benar bohongnya, ekspresinya sama. Penyakit yang secara masal diderita oleh politikus yang akhir-akhir ini mendominasi layar kaca di Indonesia. Sungguh, penyakit alexitimia ini menjadi senjata bagi para politikus, karena dengannya, politikus bisa santai saja berbohong, seolah tak ada konse
  • 13

    Feb

    Ubah Diri untuk Mengubah Negeri

    Catatan dari Indonesia Young Changemakers Summit Setiap generasi memiliki jamannya dan setiap jaman memiliki generasinya Dahlan Iskan mengungkapkan kalimat kuat itu di sebuah pagi, usai tubuh ini melakukan aktivitas yang membugarkan. Di hadapan pemuda dari seluruh Indonesia, kalimat indah itu adalah penguatan untuk mengambil peran dalam perubahan di Indonesia. Jangan terlalu dengarkan para orang tua.. sambungnya.. Ya benar, masa lalu memang bisa menjadi ilmu, tapi setiap jaman harus menghasilkan solusi dan perubahan yang sesuai dengan kadar jamannya. Kang Asep dari Komunitas Historia mengatakan bahwa Cara mudah untuk menghancurkan sebuah generasi adalah dengan menghancurkan ingatan generasi muda terhadap sejarah bangsanya.. Sungguh, sebuah silaturahmi energi, pertemuan sinergi antar
  • 17

    May

    Sekber Koalisi vs Sekber Oposisi... Opppooooo iki?

    JAKARTA, TRIBUN-TIMUR.COM - Bertempat di Kantor Bendera, sejumlah elemen masyarakat seperti Bendera, Geram NKRI, LEPAS, Rakyat Bergerak hadir dalam pendeklarasian Sekber Oposisi. Nah…! Setelah ramai diberitakan pembentukan Sekber Koalisi yang akal-akalan demi kepentingan “katanya untuk rakyat”.. maka kini terbentuk juga Sekber Oposisi… kepentingannya juga “katanya untuk rakyat”.. Entah mana yang benar-benar berhati nurani dan lahir demi kepentingan rakyat. Sebab, manuver politik di Indonesia sudah serasa seperti panglima. Dan percayalah, ketika politik menjadi panglima, dan dikendalikan oleh syahwat, maka kesejahteraan rakyat hanyalah argumen untuk kepentingan para politisi belaka. Dimana akhirnya, tak tahulah.. Tapi penting untuk bertanya kepada y
  • 14

    Jan

    Kuadran Habit & Habitat: Antara Ayin dan JK

    Ini soal inkonsistensi yang kelihatan dengan terang benderang di layar kaca. Wakil Rakyat yang menyumpah serapah, tahanan yang menghuni istana di penjara, hingga sosok negarawan walau tanpa jabatan politik. Lembaga hukum di Indonesia rupanya tak hanya gagap ketika akan menahan seorang yang nyata bersalah; akan tetapi juga bermasalah dan gugup ketika mengelola orang yang sudah berstatus tahanan. Nyata terjadi ketika ada istana di penjara pada kasus Ayin Si Ratu Lobby… Keruwetan ini bisa jadi ada konflik antara habit (kebiasaan) dengan habibat (lingkungan)… Saya coba buat kuadran, tentang habit dan habitat.. HABIT LAMA DI HABITAT LAMA Ini terjadi di lembaga hukum kita, makanya masih menjadi rimba belantara. Makanya markus tetap eksis, malah beranak pinak dan berkembang biak
- Next

Author

Follow Me