Politisi yang Selebriti atau Selebriti yang Politisi

Posted on Januari 30th, 2009 in Politik Dikit by lebahcerdas  Tagged

Makin mendekat pemilu, banyak program televisi yang mengupas segala hal terkait dengannya. Utamanya caleg yang memang punya peran penting dalam komposisi demokrasi.

Selebriti banyak yang jadi politisi. Politisi juga banyak yang jadi selebriti.

Cinta itu Kata Kerja

Posted on Januari 30th, 2009 in Quick Tips by lebahcerdas

Karena cinta itu kata kerja.
Cinta bukan hanya sebatas kata.
Bukan seberapa sering pula kata itu diucapkan.

Karena cinta itu kata kerja.
Cinta butuh wujud.
Cinta adalah tentang ke-menjadi-an dari kekuatan hati.
Cinta yang dari hati akan membekas, lama sekali dan indah.

Karena cinta itu kata kerja
Cinta memang bisa memilih
Lakukan apa yang menggelegak di hati.

Karena cinta itu antar hati.
Satu hati dengan hati. Satu hati dengan sekumpulan hati.
Sekumpulan hati dengan sekumpulan hati.

Karena cinta itu kata kerja
Kadang tak perlu diucap, lakukan saja
dan akan tetap bermakna dan terasa kepada kepada obyek cintanya.

Menikmati Ketidaknyamanan

Posted on Januari 30th, 2009 in Kisah, Quick Tips by lebahcerdas

Pagi ini saya seharusnya menengok teman saya yang sedang sakit. Apadaya, saya pun ternyata sakit, flu lumayan berat. Hasilnya, sehabis shalat Jum’at, berselimutlah saya di kamar dan berusaha untuk tidur.

Kepala yang agak keleyengan, membuat mata bisa terpejam, tapi agak panas, dan tetap tidak bisa masuk ke alam tidur. Ingin rasanya memanggil Romy Rafael, biar bisa langsung tidur. Saya pun uring-uringan dengan kondisi badan yang serba tidak menentu ini. Kepala pusing, hidung meler, mata panas, badan hangat.

Saya berusaha untuk tidur. Niatnya adalah meninggalkan ketidaknyamanan kondisi badan menuju kenyamanan tidur. Usaha yang cukup sulit.

Ngaku Tuhan, Ngaku Jibril, Ngaku Rasul

Posted on Januari 29th, 2009 in Kisah by lebahcerdas

Satria Piningit Weteng Buwono, begitu istilah aliran sesat yang pekan-pekan ini bikin heboh. Ini kali ke sekian, ada orang yang mengaku memiliki solusi jitu untuk mengatasi hidup dan meraih kemuliaan.

Kali ini, sang pemimpin, malah mengaku Tuhan. Hebat betul. Lebih hebat lagi bisa menguasai pikiran anak buahnya hingga melakukan hal-hal di luar nalar.

Jadi teringat dengan wanita yang mengaku Jibril. Mantan perangkai bunga kering di TVRI yang dengan kemasan baju putih dan lingkaran putih di kepala, cukup untuk menyimbolkan dirinya sebagai malaikat mulia.

Jadi teringat dengan laki-laki yang mengaku Rasul. Mantan pelatih bulutangkis yang sempat melatih atlet kelas dunia dengan menggunakan senter untuk ditangkap oleh raket sang pemain.

Kepada Pak Polisi, coba satu sel kan saja mereka. Siapa tahu antara ‘tuhan’, ‘jibril’ dan ‘rasul’ itu ada kompromi tingkat tinggi, entah menghasilkan apa…. paling tidak, kita akan tahu kenapa mereka jadi gila dalam taraf akut seperti itu. Sesat dan menyesatkan…

Jadi ingin menunggu, setelah ngaku tuhan, ngaku jibril dan ngaku rasul.. adakah nanti yang ngaku setan?

Hampir Kelaparan saat Berhaji

Posted on Januari 29th, 2009 in Kisah by lebahcerdas

Menunggu di Balai kota Bogor…

Bis demi bis berjalan masuk. Saya melihat ke dalam bis. Banyak yang melambai. Tapi orang tua saya belum ada juga. Baru di bis ke-9, orang tuaku datang. Wajahnya sumringah. Melambai kepada para penjemput. MC di aula balai kota mengajak bertakbir menyambut rombongan haji asal Bogor.

Saya khawatir, karena kabar di televisi mengatakan bahwa ada 2 maktab yang terkena kelaparan. Saya khawatir, karena kedua orang tua saya sudah berusia di atas 70 tahun. Begitu turun dari bis, saya dan kakak langsung menjemput orang tua.

Bapak saya yang memang cuek, meminta kami untuk mengambil tas. Ibu saya yang memang ngga mau ngerepotin, malah ikutan ngambil tas.

Setelah tas ketemu, kami pun langsung menuju mobil untuk pulang. Saat itu pukul 03.00.

Di mobil, saya menanyakan tentang cerita kelaparan sewaktu ibadah haji. Di televisi sih banyak pejabat yang jadi punya keahlian beladiri, jurusan bersilat lidah. Mengatakan itu ujian lah, apa pun lah… Saya ingin dengar yang sesungguhnya.

Orang tua saya bergabung di maktab 6. Yang kelaparan itu di maktab 5 dan 7. Kelewat.

Halaman Berikutnya »