Nasib Para Pencontreng Setelah 9 April

Posted on Maret 31st, 2009 in Politik Dikit by lebahcerdas  Tagged

Gencar!

Kampanye di darat dan udara, makin hebat. Demi terpilih 9 April; bisa mewakili rakyat dan menduduki jabatan dengan nikmat.

Segala jurus digunakan agar tampil memikat. Walau sejatinya tak hebat-hebat amat. Polesan iklan bisa membuat tampilan makin menguat.

Untuk dicontreng, memang harus memiliki daya tarik. Tak peduli, daya tarik itu apakah benar atau hanya rekaan. Karena tak penting apa yang akan dilakukan nanti. Yang jelas, 9 April harus tercontreng.

KPU panik, mengakui kalau surat suara yang bermasalah adalah tanggung jawabnya. Media sibuk mengkritik partai ini dan itu. Pengendara mandeg, karena setiap kampanye berarti kemacetan yang panjang.

Bermimpi dan Sekuat Tenaga Mewujudkannya

Posted on Maret 30th, 2009 in Rumus Kehidupan by lebahcerdas  Tagged

Bermimpi dan Sekuat Tenaga Mewujudkannya

Ada 5 alasan kenapa seseorang harus bermimpi dalam hidupnya. Mimpi bukan bunga tidur, akan tetapi mimpi untuk meraih sebuah sukses sejati di masa depan; yang bisa menjadi catatan kehidupan yang bisa dikenang.

Apa saja alasannya?
1. Mimpi itu gratis. Ya. Gratis! Anda bisa memilih mimpi apa pun yang Anda inginkan. Tak ada batasan. Otak Anda sendiri yang akan membajak mimpi Anda, karena ketakutan mimpi itu tak tercapai. Bermimpilah semahal, setinggi mungkin. Karena itu akan menjadi bahan bakar bagi perjalanan hidup Anda. Marthin Luther King mungkin tak membayangkan mimpinya akan dihargainya martabat kulit hitam di Amerika Serikat hingga terpilihnya Barack Obama sebagai presiden

2. Mimpi memberikan arah; dan arah sama pentingnya dengan kecepatan. Bayangkan jika Anda hanya memiliki kecepatan tapi tak memiliki arah; maka secepat apa pun Anda bergerak, sekuat apa pun Anda berjuang, jika berada di arah yang salah, maka usaha Anda akan sia-sia.

Celana yang Bolong Tengahnya

Posted on Maret 30th, 2009 in Kisah by lebahcerdas  Tagged

“Kenapa mukanya kok manyun gitu?” tanya saya ke teman kerja
“Biasa.. tadi nonton Brazil vs Ekuador…makanya telat masuk kantor…” jawab teman saya
“Lho.. apa hubungannya sama manyun?” saya bingung
“Iya.. pas mau berangkat, begitu pake celana, eh bagian ‘itu’-nya bolong..” kata teman saya, masih manyun
“Terus…?”
“Lha.. saya komplain dong sama isteri, masa udah seminggu, itu jahitan ngga kelar juga…” kata teman saya lagi
“Terus…?”
“Iya.. akhirnya, ya gitu deh.. berantem dikit, gara-gara celana bolong, telat pula….”
“Hehehehhehe.. tinggal ganti aja ama celana lain, gitu aja kok repot!” jawab saya…

Caleg dan Car Call

Posted on Maret 27th, 2009 in Politik Dikit by lebahcerdas  Tagged

Malam tadi, saya bertemu seorang teman, meeting di Botani Square, Bogor. Agendanya membahas rencana mengadakan Writer’s Camp sekalian uji coba Komunitas Rumah Tulis yang saya bangun. Sedang asyik-asyiknya membahas rencana kegiatan, tiba-tiba terdengar suara dari car call di lantai 1:

“Kepada Bapak E.S, calon anggota DPD daerah Jawa Barat, diharap menemui tamunya di Star Buck..” suara perempuan itu lantang, terdengar ke seluruh mall. Tak cuma sekali, saya menghitungnya, hingga 5 kali panggilan itu dikumandangkan. Jeda 15 menit, 5 kali lagi panggilan terhadap Bapak E.S, lengkap dengan atribut kampanyenya.

Saya yang sedang ngobrol dengan teman yang juga tim sukses seorang caleg, senyum-senyum aja.. Dipikir-pikir, pinter juga nih timnya Bapak E.S; memanfaatkan car call untuk sosialisasi. Biayanya hampir tak ada, kecuali, orang yang di car call mengenakan tarif. Paling tidak, satu mall tahu bahwa bapak E.S adalah salah satu kandidat DPD Jawa Barat.

Jadi ingat dengan strateginya Philip Morris, sebuah merek rokok di Amerika Serikat, yang juga menggunakan jasa panggilan di pusat keramaian untuk mengenalkan merk produknya. Jangan-jangan Bapak E.S ini terinspirasi oleh strategi sosialisasi Philip Morris? Hmm…wallahu’alam. Yang jelas, saya tak akan memilih bapak E.S ini, karena saya sudah punya pilihan sendiri.

Situ Gintung, Caleg dan Cari Kamera

Posted on Maret 27th, 2009 in Tak Berkategori by lebahcerdas

Situ Gunung jadi headline berita. Masyarakat kena bencana dan menderita. SBY dan JK bisa bertemu di rumah makan, membahas tuntas masalah. Hebat, RI 1 dan RI 2 bisa terjun langsung ke lokasi bencana. Bertemu untuk memberikan solusi.

Para caleg cari kamera. Muncul dimana-mana. Memang kamera bisa meliput bencana dan tentu saja mereka yang sengaja mencari kamera.

Niat baik, sekali lagi diuji. Kampanye jadi bukti. Momennya identik dengan cari kamera, supaya mereka jadi berita.

Tak salah SBY dan JK datang langsung ke lokasi. Semoga tak dijadikan domplengan menjelang kampanye, tapi tulus menyelesaikan masalah yang berakar pada tak akuratnya pembangunan disana.

Halaman Berikutnya »