Tukang Tidur yang Beruntung

Posted on April 29th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged ,

Ini tentang seseorang yang sudah beristri. Di kantor seringkali ketiduran. Namun, karena karyawan kantornya itu punya hobi berhusnudzon, maka setiap melihat si Tukang Tidur ini, berkata:

“Aduh.. kasihan banget ya, sampai ketiduran begitu. Mungkin di rumahnya bantuin isteri masak atau beresin rumah.”

Sesaat kemudian dia bangun, dan beberapa saat berikutnya ketiduran lagi. Komentar dari orang-orang baik di sekelilingnya tetap sama,

“kalau kerja keras bantuin isteri di rumah, emang begini akibatnya. Ngga apa-apalah. Tidur khan juga nikmat.”

Beranjak sore, ketika waktu kantor usai, semua karyawan pulang, termasuk si Tukang Tidur. Sampai di rumah, usai shalat maghrib, tak berapa lama, si Tukang Tidur itu pun terlelap di ruang tamu.

Isterinya, yang baru saja akan menyiapkan minuman dan makanan ringan, melihat suaminya tertidur seperti itu, segera mengambil selimut dan menyelimuti suaminya. Isterinya berhusnudzon, sambil berkata:

“Wah.. suamiku ini memang pekerja keras. Di kantor pasti banyak kerjaan, sampai belum makan saja sudah ketiduran. Biarlah, biar istirahat yang cukup, supaya besok segar masuk kantor.”

Hmmmm. Di kantor dia ketiduran, bukan karena membantu isterinya di rumah. Di rumah, dia ketiduran bukan karena bekerja keras di kantor. Memang dasarnya tukang tidur. Tapi, ini si Tukang Tidur yang beruntung, karena dikelilingi oleh orang-orang yang selalu berhusnudzon.

Tiga Hobi Orang Sukses vs Orang Gagal

Posted on April 27th, 2009 in Quick Tips, Rumus Kehidupan by lebahcerdas  Tagged

Orang sukses dan orang gagal memiliki kesamaan hobi, walaupun obyek dari hobinya berbeda. Apa saja hobi orang sukses dan orang gagal? Dan apa obyek dari hobi mereka? Ini dia…

1. Orang sukses dan orang gagal hobi BETERNAK

Orang sukses hobi BETERNAK RELASI. Yup! Bagi orang sukses, relasi adalah aset, dan aset perlu diternakan alias dikembang biakan. Karena, pada intinya, sukses adalah simpul-simpul diantara relasi yang dibangun. Relasi adalah umpan balik dari silaturahmi, dan silaturahmi adalah bisa memperpanjang umur dan rezeki. Bukankah salah satu indikator orang sukses adalah umur yang panjang (tak hanya secara hitungan tahun, tapi panjang dari sisi manfaat) dan juga berlimpahnya rezeki?

Bagaimana dengan orang gagal?

Nyaman itu Ada Harganya

Posted on April 25th, 2009 in Kisah Juga, Politik Dikit by lebahcerdas  Tagged ,

Pagi ini saya berencana naik kereta ekonomi jam 06.30, tapi karena bercengkrama denga Naya di rumah, berangkatnya terlambat. Tepat pada saat saya membeli karcis, kereta jam 06.30 itu berangkat. Saya pun menuju kereta yang akan berangkat berikutnya, jadwalnya jam 07.02.

Keretanya masih kosong, saya pun duduk di kursi dekat pintu di gerbong belakang. Nyaman juga. Tapi, ‘harganya’ adalah menunggu selama 30 menit untuk berangkat. Saya pun membuka koran, membaca di beberapa bagian, utamanya tentang perkembangan politik terbaru. Sama saja, beberapa partai dan beberapa orang pun sedang mencari kenyamanan, tentu dengan ‘harganya’ masing-masing.

Baru 5 menit duduk, ada suara dari petugas KA..

“Mohon maaf.. kereta tujuan Jakartadi jalur 8mengalami kerusakan..kepada para penumpang agarmenunggu kereta berikutnya… saat ini sedang berada di Citayam…”

Penjaga Toko Buku yang Ingin Jadi Penulis

Posted on April 23rd, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

“Mas.. cari buku Lebah Cerdas ya? Hati Tak Bersudut?” tanya seorang penjaga toko buku kepada saya.

Ketika itu saya selesai meeting dengan seorang teman di sebuah mall. Kemudian mampir ke toko buku Gramedia. Langsung saja mencari-cari buku saya. Penasaran, ada yang beli atau tidak. Saya menuju komputer dan mengetik nama saya untuk mencari lokasi buku yang baru terbit.

Rupanya, ada penjaga toko yang khsusu berada di dekat komputer itu dan mengamati buku yang dicari oleh calon pembeli. Setelah itu, dia akan membantu calon pembeli itu menuju lokasi dimana buku itu berada. Baik betul penjaga toko ini.

“Ngga.. mau lihat-lihat aja…” kata saya. Buku saya ditaruh di depan, di bagian buku baru.

Casing itu Apa Adanya, Sinyal itu Karunia Tuhan

Posted on April 22nd, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

Pulang lebih cepat, membuat saya agak lapang berdiri di gerbong paling belakang kereta ekonomi Pondok Cina Bogor. Di depan saya, 5 bangku diduduki oleh 1 ibu-ibu, 1 orang wanita muda, 2 bapak-bapak (tepatnya kakek) dan 1 lagi seorang anak muda berbaju koko.

Di samping saya, seorang kakek, mungkin usianya lebih dari 70-an, berdiri, sambil saya lihat, kakinya agak gemetaran. Mungkin sudah tak kuat berdiri. Kakek yang berdiri itu persis berada di depan anak muda berbaju koko tipis serta si wanita muda. Anak muda berbaju koko itu sibuk, tenggelam dalam koran yang dibacanya. Tapi, sesekali dia melihat ke depan, dan saya yakin dia menyadari ada seorang kakek yang sedang berdiri gemetaran.

Sementara si wanita muda, tertidur dengan kepala menyandar ke belakang.

Saya melirik lagi si Kakek yang berdiri gemetaran. Kasihan juga. Kalau ibu-ibu yaw ajar tak memberikan tempat, 2 bapak-bapak juga wajar, karena tempat duduknya agak jauh. Tapi.. anak muda berbaju koko yang tenggelam membaca Koran itu, apa tidak melihat ada orang tua yang butuh tempat duduk?

Halaman Berikutnya »