Menangis, Otak dan Luka Emosi

Posted on Juni 1st, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged , ,

Menangis adalah cara kerja otak untuk mengobati luka emosi. Menangis, di beberapa cara mendidik tertentu, adalah tabu bagi seorang pria. Padahal, menangis sesungguhnya membuka peluang kepada alam bawah sadar untuk menerima informasi baru dari emosi yang kita rasakan.

Ketika menangis, sesungguhnya, otak siap menerima informasi baru. Maka, jangan hentikan tangisan seorang teman, biarkanlah meluruh luka emosinya, beriringan dengan durasi tangisan tersebut. Ketika kita melakukan pause/stop terhadap proses peluruhan emosi melalui tangisan itu, maka luka emosinya masih tersisa, dan suatu saat bisa muncul kembali.

Ketika menangis, sesungguhnya manusia siap untuk melakukan perubahan. Airmata yang mengiringi tangisan, Tuhan ciptakan sebagai simbol dari peluruhan luka emosi.

Tak ada yang salah dengan menangis. Justru, kesalahan besarnya adalah ketika menahan tangisan karena takut terlihat lemah. Oleh karena itu, tangisan istimewa adalah ketika kita berada dalam pelukan Allah, di tengah malam yang hening, hanya berdua saja.

Jika Anda sulit menangis, padahal masih punya luka emosi, maka menangislah karena Anda tidak bisa menangis.