Mimpi Bertemu Nabi, Mimpi yang Men-Sugesti

Posted on Juli 27th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

Ini cerita dari seseorang; yang hidupnya kini sangat disyukuri. Cerita ini terjadi puluhan tahun lalu, ketika dirinya masih duduk di kelas 2 SMP.

Di Sebuah mesjid sederhana, di tengah kampung. Di malam itu, adalah salah satu malam ganjil di bulan Ramadhan; bulan mulia yang segala amalan berlipat ganda pahalanya. Saya, bersama dengan 2 teman, duduk berdzikir di mesjid dekat rumah. Sepi sekali suasana saat itu.

Sengaja kami duduk bersila agak berjauhan. Saya di sisi kanan, teman saya di tengah dan satu lagi di sisi kiri. Semuanya memegang tasbih, berdzikir, mengumandangkan kalimat memuji dan meminta; memuji dan meminta….Karena Allah Maha Terpuji dan Maha Pemurah.

Saya memejamkan mata, tangan bergerak teratur, seiring bergeraknya tasbih; bersama itu pula mulut dan hati saya mengucap..

Subhanallah.. wal hamdulillah.. wala’ilah ha ilallah… hu allahu akbar…

Berulang-ulang, sampai mata saya agak terpejam, nyaris tertidur. Tiba-tiba, dalam keadaan duduk bersila, terasa badan seperti agak mengangkat, melayang tepatnya.

Ganti Handphone: Antara Keinginan dan Kebutuhan

Posted on Juli 24th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged ,

Ini cerita dari teman saya; seorang penulis, juga pengusaha.

“Ganti tuh handphone lu…jadul!” kata temannya

Teman saya ini, sebut saja Mas R; handphonenya memang jadul, keluaran 5 tahun yang lalu, dan belum pernah diganti. Padahal, dia mampu beli handphone terbaru, berapa pun harganya. Yang jelas, dia sepertinya menganggap handphone hanya untuk berkomunikasi dalam bentuk sms atau telpon.

Tapi, bertubi-tubi teman-teman di sekelilingnya ‘menggoda’ untuk mengganti hanphone, yang berkamera, bisa akses internet, bisa facebook-an, pokoknya yang update.

Peluang Sering Menyamar

Posted on Juli 23rd, 2009 in Rumus Kehidupan by lebahcerdas  Tagged

Peluang seringkali tidak datang dalam wujud aslinya. Peluang sering melakukan penyamaran. Hanya orang yang jeli saja yang bisa menyingkap penyamarannya dan menemukan wujud asli dari peluang untuk kemudian memanfaatkannya.

Peluang seringkali datang melalui beragam penyamaran diantaranya:

Kegagalan Anda

Percayalah bahwa kegagalan adalah sisi lain dari kesuksesan. Untuk membaliknya, Anda hanya butuh menemukan peluang di balik kegagalan. Berpikirlah positif terhadap hasil negatif. Optimislah terhadap hasil yang Anda dapatkan, sekalipun itu kegagalan.

Contoh paling populer terhadap peluang dari kegagalan adalah Viagra. Pil Biru yang pada awalnya adalah obat jantung diujicobakan kepada beberapa pria. Tapi ternyata hasil uji cobanya menghasilkan efek depan bukan efek samping. Viagra gagal sebagai obat jantung tapi sukses sebagai obat kuat untuk pria. Selalu ada peluang dibalik kegagalan.

Informasi

Waspada Teroris dan Mas Security 4

Posted on Juli 22nd, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

“Mas… bisa buka tasnya?”

Itu permintaan tegas dari security ketika saya tiba di pintu gerbang gedung penerbitan besar di Jakarta. Saya kesana untuk membicarakan rencana workshop menulis sebelum Ramadhan.

Segera saya meletakkan tas gendong di depan Mas Security 1. Dia menggunakan tongkat pendeteksi metal, dan ada bunyi ketika ‘menyapu’ tas saya.

“Apaan nih?” tanyanya

“Laptop” jawab saya.

Dia rupanya tak percaya, dan membuka tas saya lagi. Tas dalam tas tepatnya, karena laptop saya masukkan dalam tas juga. Hmmm.. bagus juga nih security; walaupun saya ngga nyaman, tapi saya hargai juga profesionalismenya.

Klakson vs Klakson

Posted on Juli 21st, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

Pulang dari rumah ibu-nya isteri alias mertua, saya melanjutkan perjalanan ke rumah di Ciapus. Saya menggunakan motor. Sepanjang jalan, cukup lengang, karena hari ini liburan, Isra Mi’raj.

Ketika tiba di jalur jalan raya Ciapus, ada sedikit tersendat, karena banyak angkutan umum yang berhenti sembarangan. Di belakang saya, terdengar suara klakson..

“Diin.. Diin.. Diin…”

Di depan saya ada angkot yang sedang negosiasi antara penumpang dengan supirnya, jadi memang tak bisa maju.

“Diin.. Diiin.. Diiiin”

Kembali suara klakson dari belakang. Mulai menjengkelkan. Saya mengintip dari kaca spion, saya lihat, ada kendaraan pribadi di belakang saya; mobil lumayan mahal.

Angkutan umum di depan saya jalan. Saya pun berjalan perlahan, di pinggir; memberi kesempatan untuk disalip; siapa tahu mobil di belakang saya memang sedang buru-bu

Halaman Berikutnya »