Preman Bojong Jengkol yang Baik Hati
Ini cerita dari teman saya, marboth sebuah mesjid kampus. Penampilannya sederhana, berjanggut lumayan banyak, berkaca mata, dan bermata sejuk.
Suatu hari, dia naik kereta api, rute Jakarta - Bogor. Dia duduk, dan tak jauh darinya duduk juga seorang pemuda, sepertinya preman, dari komunikasinya dengan orang-orang di sekitar dan juga, bagaimana respon orang di sekitarnya.
Teman saya ini, yang memang baik.. sekedar basa-basi, menanyakan tentang preman itu, ke orang yang duduk tak jauh darinya.. dari Bojong Jengkol katanya… sebut saja dia Kang BoJe.
Biasanya, setiap ada yang melihat si preman alia Kang Boje ini, segera Kang Boje balas menatap, dan menghardik:
“He.. apa lu liat-liat.. gua clurit lu….”


