Tim Nasyid, CCTV dan SBY

Posted on September 25th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged ,

Ini cerita dari teman saya, ketika berlebaran di Istana Negara.

Pagi, dia menemani ‘artisnya’; sebuah grup nasyid untuk mengisi acara dengan melantukan nasyid yang mengunggah semangat kemenangan. Namun, karena sound system kurang sesuai dengan keinginan. Ekspresi sedikit kecewa pun diperlihatkan oleh mereka di panggung yang terletak cukup strategis itu.

Karena memang tak ada pilihan, akhirnya mereka pun melantunkan nasyid, mengiringi proses idul fitri pagi itu.

Usai mengisi acara, maka berbondong-bondonglah para tamu yang sudah berdatangan, bersilaturahim dengan SBY sebagai tuan rumah. Ketika sampai di depan SBY, barulah teman saya itu nyadar, ternyata persis di depan SBY, ada televisi ukuran lumayan besar, output dari CCTV yang dipasang tepat mengarah pada panggung tempat tadi mereka bernasyid.

Hmmm..SBY pun dengan tersenyum menyapa..

“Tadi kenapa….?”

Malu hati lah teman saya itu..tapi masa Presiden yang nanya, ngga dijawab…

“Itu tadi… sound systemnya agak kurang ngepas dikit Pak…tapi, ngga apa-apa kok…” kata temen saya;

Kaget juga, ternyata SBY perhatian dengan hal-hal seperti itu.. Tapi, dipikir-pikir, gimana ngga perhatian, orang ada TV persis di depannya, mengarah ke panggung lagi, tempat tadi ekspresi kecewa ditunjukin oleh tim nasyidnya.

“Tapi ngga apa-apa?” lanjut SBY lagi…

“Insyaallah ngga apa-apa Pak…” jawab teman saya lagi…

Setelah itu, bersalamanlah teman saya dan artisnya itu. Berfotolah mereka.

Senyumnya ngga sesumringah biasanya….

(tulisan ini sudah seijin pihak yang bersangkutan; mengambil hikmahnya saja…semoga tak menyinggung siapa pun)…

Bapak Ber-batik yang Berlagak Hamil

Posted on September 24th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged , ,
Siang ini saya mulai ‘kerja’, bertemu dengan tokoh yang akan saya tuliskan pemikirannya.

Naik kereta Express AC, dikira lengang, tahunya cukup sesak. Melanjutkan dengan busway. Sesak juga di antrian. Tapi, di satu pintu, ternyata, tak sesak antriannya; hanya 2 orang saja, dengan penampakan yang sama, yaitu hamil. Saya lihat di pintu mau masuk busway itu ditempel tulisan:

KHUSUS IBU HAMIL

Hmmmmm, lumayan juga manajemennya. Menghormati ibu hamil yang tak mungkin antri berdesakan. Saya melanjutkan perjalanan, bergabung dengan sesaknya antrian. Lumayan panjang dan berkerumum, tak jelas arahnya.

Tadinya saya mau membeli minuman, karena haus juga dari Bogor. Di busway, ada mesin untuk membeli soft drink. Saya mendekat, ternyata di kaca depannya ada tulisan…

Pemimpin yang Menghimpun

Posted on September 23rd, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas
Rasulullah sendirian ketika menerima wahyu dari Allah melalui sahabat alam ghaibnya, malaikat Jibril. Sendirian, ketakutan, menggigil, cemas. Bersyukur Allah memilihkan isteri mulia, Siti Khadijah, yang segera menyiapkan selimut untuk menutupi tubuhnya yang menggigil. Siti Khadijah yang mulia adalah belahan jiwa Rasulullah, yang ada kala suka maupun duka; kala dikagumi atau dicaci.

Bersyukur, Rasulullah memiliki sahabat Ash Shiddiq, yang membenarkan apa yang akan disampaikan Rasulullah. Sahabat lembut hati yang tak rela kekasih Allah disakiti, bahkan menyediakan kakinya diserang ular berbisa, untuk melindungi kekasih Allah.

Bersyukur, Rasulullah dikabulkan do’anya untuk mendapatkan salah satu Umar dalam barisan pejuang Islam. Umar bin Khattab meningkatkan izzah kaum muslimin di mata orang kafir.

Selebriti Akherat

Posted on September 21st, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged
Membuka kembali Al Qur’an, isinya sama seeprti 14 abad yang lalu tapi memberikan makna yang berbeda.

Saat ini fokus kepada kisah-kisah. Ternyata lebih dari 4000 ayat, bercerita tentang kisah. Supaya bisa diambil maknanya.

Dari 25 Nabi dan Rasul, hanya 7 saja yang diabadikan sebagai nama surat dalam Al Qur’an. Cerita yang luar biasa.

Ada juga manusia yang bukan Nabi dan Rasul, tapi diabadikan sebagai nama surat, seperti Al Imran. Atau, cerita orang sholeh, seperti Luqmanul Hakim.

Kapan lagi Engkau bilang I love you?

Posted on September 14th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas

Kapan lagi Engkau bilang I love you?

Lamat-lamat aku mendengar seseorang terisak. Di pojok sana, dalam temaram, seorang laki-laki muda sedang menutup wajahnya dengan kedua tangan. Di sela jarinya ada Al Qur’an kecil.

fabiayyi aalaa irabbikuma tukaddziban,
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Ayat itu pula yang aku dengarkan, lembut tapi menyelusup sampai di hati. Seolah pesan itu ditujukan kepadaku juga.

Ya Allah, seringkali aku menagih janji kepada-Mu,

“Kapan lagi Engkau bilang I love you…?”

Halaman Berikutnya »