Ubah Diri untuk Mengubah Negeri
Catatan dari Indonesia Young Changemakers Summit
Setiap generasi memiliki jamannya dan setiap jaman memiliki generasinya
Dahlan Iskan mengungkapkan kalimat kuat itu di sebuah pagi, usai tubuh ini melakukan aktivitas yang membugarkan. Di hadapan pemuda dari seluruh Indonesia, kalimat indah itu adalah penguatan untuk mengambil peran dalam perubahan di Indonesia.
Jangan terlalu dengarkan para orang tua.. sambungnya..
Ya benar, masa lalu memang bisa menjadi ilmu, tapi setiap jaman harus menghasilkan solusi dan perubahan yang sesuai dengan kadar jamannya.
Kang Asep dari Komunitas Historia mengatakan bahwa Cara mudah untuk menghancurkan sebuah generasi adalah dengan menghancurkan ingatan generasi muda terhadap sejarah bangsanya..
Sungguh, sebuah silaturahmi energi, pertemuan sinergi antar anak bangsa yang gerak laku dan perbuatannya dikendalikan oleh hati nurani. Sungguh, sebuah pertemuan penuh kerendah-hatian dari anak bangsa yang tak pernah menunggu orang lain melakukan perubahan, akan tetapi justru mengambil langkah berani untuk melakukan perubahan sekecil apa pun bagi lingkungan terdekatnya.
Kami, para Changemakers dari seluruh Indonesia, membentang dari Aceh hingga Papua, dari NTT hingga Sulawesi, sama semangatnya untuk mengatakan, bahwa peran pemuda kini bukanlah dalam wacana, tapi dalam tindakan nyata..
Start Small, Act Now begitu kata Prof. Muhammad Yunus dan beliau telah membuktikan kalimatnya dengan tindakan nyata yang menginspirasi dunia.
Nurani sejatinya menjadi kompas dalam perubahan. Kecerdasan sejatinya menjadi penggerak dalam bertindak dan manfaat bagi orang banyak sejatinya menjadi ukuran kualitas diri seseorang.
Para pemuda Indonesia kini menemukan momentumnya untuk membangun Indonesia yang berkeadilan; Indonesia yang lahir dari selarasnya keragamana, bangsa yang ber-bhinneka tunggal ika; satu dalam keragamanan dan beragam dalam kesatuan.
Para pemuda yang tak menunggu; para pemuda yang memanfaatkan potensi diri dan lingkungannya, telah memulai menata ulang Indonesia yang lebih nyaman untuk jiwa-jiwa yang ingin menemukan kedamaian, dan jaminan bahwa kerja keras akan berbuah kesuksesan.
Para pemuda yang bercita-cita luhur mengubah negeri ini dan mengawalinya dengan mengubah diri sendiri; mengubah cara pandang tentang dirinya dan memposisikan dirinya sebagai solusi bagi permasalahan di lingkungan terdekatnya.
Banyak orang ingin mengubah negeri ini, tapi mereka lupa, bahwa untuk mengubah negeri ini, pertama kali yang harus dilakukan adalah mengubah diri sendiri. Perubahan diri sendiri itulah yang akan secara kolektif, berkolaborasi dan menghasilkan harmoni sehingga negeri ini kembali menemukan jati dirinya.
Sumpah Pemuda 2.0 adalah evaluasi terhadap jati diri bangsa. Jati diri, bahwa kita memiliki tumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; bangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Menjadi Indonesia adalah kembalinya kita pada jati diri; pada kecintaan terhadap bangsa ini. Bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya yang harus kita jaga, karena negeri ini bukanlah warisan, akan tetapi titipan yang harus dijaga jati dirinya.
Ya Tuhan, pelihara kemurnian perjuangan kami, bahwa kami ingin negeri ini Engkau berkahi.
Amiiiin.
Indonesia Young Changemaker Summit 2012.



on Juni 5th, 2012 at 12:50
negeri ini indah hanya saja dikotori oleh para koruptor, penyakit yg sangat tidak manusiawi dari para penyelenggara negara ini