Amir Angklung dan Ibu Guru “K”

Posted on Januari 14th, 2009 in Masa Lalu by lebahcerdas

Ini cerita waktu SMP.

Ada seorang guru yang waktu SMP punya kekhasan dalam mengajar. mengajar sejarah dan PSPB.

Ibu “K” ini kalau ngajar, galak banget. Waktu di kelas 2B, pernah suatu kali, teman saya yang namanya “YB”, ngga bisa nyebutin nama Winston Churchill, mungkin karena dia asal pedalaman Darmaga sana. Jadi ketika Ibu K meminta YB menyebutkan nama Winston Churchill, selalu dijawab YB dengan

“Chricliy… Chricliy…”

Jadi Juru Damai ‘Tawuran’ yang Tidak Saya Lakukan

Posted on Januari 2nd, 2009 in Masa Lalu by lebahcerdas

Ini cerita waktu SMA

Suatu siang, sekitar jam 10-an, saya shalat dhuha di musholla yang belum jadi alias belum beratap, berdinding dan alasnya masih tembok semen kasar. Usai shalat dhuha, saya didatangi Pak Bachrum, pembina OSIS.

Ban.. ikut saya yuk ke kantor Depdikbud? kata Pak Bachrum

Mau ngapain Pak? tanya saya heran tumben Pak Bachrum ngajak saya

Itu di Depdikbud ada pertemuan dengan siswa Regina Pacis kata Pak Bachrum lagi menjelaskan

Kok saya yang harus ikut..? saya mulai curiga nih takutnya dikaitkan dengan masalah beberapa hari lalu, perkelahian antara anak SMA 1 Bogor dengan SMA Regina Pacis

More...Kamu khan anak OSIS, sie Rohani Islam, temenin Bapak untuk bertemu dengan perwakilan OSIS dari SMA RP, untuk membuat janji damai bujuk Pak Bachrum lagi

Nah.. bener khan! Ternyata, saya diikut-ikutkan dengan peristiwa beberapa hari yang lalu. Jelasnya peristiwa itu begini (ini dari berbagai versi). Awalnya dari lapangan GOR Pajajaran, ada pertandingan bola basket. Biasa, pertandingan anak SMA, biasanya panas dengan perang sorak menyoraki. Salah seorang siswa SMA (kemudian dikeluarkan), melakukan tindakan yang sangat menyinggung pihak SMA RP.

Akan, tetapi, keributannya baru terjadi besok harinya. Kakak kelas saya yang menjadi tokoh utama. Mereka nongkrong di dekat RP, dan menghajar anak-anak RP yang keluar sekolah. Sialnya, salah satu mobil milik BAS (sekarang sudah jadi public figur), terkena darah cipratan dari siswa SMA 1 juga, mungkin dia me-lap darahnya ke bagian depan mobil. Jadi, ketika digerebeg, mobil itu pun jadi barang bukti dan dibawa ke kantor Polwil.

Siswa SMA 1 yang terlibat diinterogasi dan bahkan ditelanjangin kantor polisi. Tawuran ngga berhenti, karena malam harinya, penyerbuan dilakukan ke Lia di sukasari pada malam harinya sambil menyapu anak-anak RP.

BEsoknya lagi, Reza Pandit, ketua OSIS RP malah datang ke SMA 1, bawa temennya yang jadi korban, lengkap dengan perban di kepala. Ngga tau darah beneran atau didramatisir sana sini. Yang jelas, Pak Bachrum malah sewot dan marah-marahin Reza Pandit yang dateng kaya minta pertanggung jawaban, sampe bawa bukti hidup pula.

Ada efek positifnya sih, yang pertama pas Reza Pandit yang berambut gondrong itu datang pas razia rambut, jadi yang berambut gondrog selamat hari itu. Yang kedua, sejak itu anak STM swasta menyerang RP demi mendukung SMA 1. Makanya, sejak itu anak RP sering pulang jam 22.00 or jam 23.00; anak-anak SMA 1 juga begitu…

Sebenarnya antara SMA 1 Bogor dan SMA RP, dalam sejarahnya belum pernah berkelahi dengan sekolah mana pun. Artinya, kedua sekolah itu, sekaligus membuat sejarah melakukan perkelahian dan ribut dengan sekolah yang belum pernah ribut.

Suasana yang memanas dari dua sekolah yang terpisah oleh Balaikota Bogor itu memancing kekhawatiran dari pihak sekolah, termasuk guru-guru. Salah seorang guru Biologi kami, bahkan menyuruh siswa untuk memasukkan mobilnya ke dalam gerbang, karena takut dilempari batu. Dia ngga mikir, kalau waktu mindahin mobil itu, bisa aja siswa kena lempar batu.

Upaya perdamaian akhirnya ditempuh oleh kedua belah pihak, dan difasilitasi oleh Depdiknas di Bondongan. Nah, saya yang kebetulan ngga sengaja diajak oleh Pak Bachrum harus mewakili OSIS untuk berdamai dengan Reza Pandit, Ketua OSIS SMA Regina Pacis.

Saya nanya lagi ke Pak BAchrum

Emang, anak OSIS lain pada kemana Pak?

Beberapa dari mereka juga ikut berantem.! jawab Pak Bacrum enteng..

Pantes aja yang diajak saya.

Saya pun bersama Pak Bachrum ke Depdikbud. Disana sudah menunggu Pembina OSIS SMA RP dan Ketua OSISnya, yang juga tidak ikut tawuran. Setelah sambutan sana-sini, akhirnya, simbolisasi perdamaian dilakukan dengan bersalaman dan berpelukan antara saya dengan Reza Pandit; yang memang kami berdua tidak punya masalah sama sekali. Saya dan Reza Pandit menjadi juru damai dari perkelahian yang tidak kami lakukan.

Beli Bangku SD (beneran)

Posted on Desember 30th, 2008 in Masa Lalu by lebahcerdas

Ketika akan masuk SD di SD Pasir Eurih, usia saya sebenarnya belum cukup. Saat itu usia siswa minimal 7 tahun. Akan tetapi, keinginan saya untuk sekolah sangat besar. Untung saja, orang tua saya tidak tahu persis kapan saya lahir. Pokoknya sekitar bulan haji saja. Nah, supaya agak memenuhi syarat, maka ditetapkan tanggal lahir saya adalah 6 Agustus 1974. Sehingga, saat saya daftar di sekolah dasar, Juni 1980, usia saya mendekati 6 tahun. Masih terlalu muda memang.

Jaga Warnet dengan Gaji Rp 30.000 sebulan

Posted on Desember 26th, 2008 in Kisah, Masa Lalu by lebahcerdas

Universitas Pakuan, Bogor adalah S1 saya yang kedua; setelah S1 pertama di IPB yang drop out. Ketika kuliah, saya harus cari tambahan biaya, apalagi akhir-akhir tingkat 4 begini. Kebetulan sekali di dalam kampus ada warnet. Maka, saya pun melamar kerja. Saat itu upahnya Rp 30.000 sebulan, karena memang ngga full seharian saya jaganya, gantian ama temen yang kuliah di Ilmu Komputer FMIPA Unpak. Saya juga, dulu kuliah di Ilmu Komputer FMIPA IPB, jadi bekal untuk bekerja disitu.

Sebenernya sih, inilah pertama kalinya saya bersentuhan dengan internet. Saya ingat, email pertama saya adalah  baban at justicemail.com. Ngga tau kemana tuh email sekarang, masih eksis apa ngga, udah ngga pernah dipake lagi.

Anak SMA Sudah Jadi Pembimbing Haji

Posted on Desember 7th, 2008 in Masa Lalu by lebahcerdas  Tagged

Kelas 3 SMA memang tidak dibolehkan aktif dalam organisasi apa pun, baik OSIS maupun DKM. Akhirnya, saya dan Novi Hardian ditunjuk untuk menjadi panitia dadakan. Kami berdua kebagian jadi panitia untuk Manasik Haji. Pekerjaannya menyiapkan alat-alat untuk praktek manasih haji itu. Mulai dari miniatur kabah, makam Ibrahim, jumroh, hingga petunjuk rute tempat selayaknya pelaksanaan haji beneran.

Halaman Berikutnya »