Tentang Wakil Rakyat: Sederhana itu Tidak Sederhana

Posted on Nopember 14th, 2011 in Kisah Juga by lebahcerdas

Suatu kali saya pernah mengisi pelatihan di sebuah mesjid komplek perumahan di Bogor, atas undangan remaja mesjidnya. Saya saat itu bicara sebelum salah satu ustadz terkenal di Bogor, yang juga anggota DPR. Usai acara, saya bertemu dengan Sang Ustadz; yang sedang berbincang santai dengan panitianya..

Panitianya menyampaikan sesuatu yang membuat saya kagum.

“Kang.. kami malu sama Ustadz. Tadi Ustadz datang jalan kaki saja dari gerbang depan komplek. Ketika kami tanya, ngga pake kendaraan Ustadz?”

Ustadz sejenak diam, dan menjawab:

“Kendaraannya sudah saya infak-kan untuk dakwah”..

Subhanallah..

Ustadz ini wakil rakyat yang benar-benar merakyat. Dia tak ragu hidup sederhana, bahkan rela berjalan kaki dan ber-angkot-ria, demi kemajuan dakwah.

Hidupnya sederhana; akan tetapi sederhana itu sebenarnya tidak sederhana, karena keluarnya dari jiwa.

Jika sederhana sekedar citra, maka sederhana hanya jadi make-up dan seremoni belaka.

Sesuatu yang muncul dari jiwa, selalu menyentuh hati dan menarik jiwa juga.

Di sela berita tentang mewahnya gaya hidup wakil rakyat, masih banyak pribadi-pribadi wakil rakyat yang sederhana, karena sesungguhnya rakyat yang mereka wakili, masih hidup dalam kesederhanaan.

Jika ingin menemui Sang Ustadz, sesekali naiklah commuter line Bogor-Jakarta, siapa tahu ketemu dengan beliau. Sapa lah, karena sesungguhnya kepemimpinan soal teladan, dan teladan itu hanya muncul dari jiwa yang sederhana.

Demokrasi Sekong

Posted on Oktober 18th, 2011 in Kisah Juga by lebahcerdas

Ketawa sendiri baca judul tulisan ini..

Hehehe..

Ya.. katanya reshufle itu hak prerogatif presiden, tapi partai politik malah punya posisi kuat menentukan ina-ini-inu-nya menteri.

Katanya kabinet presidensiil, tapi parlemen tetep aja punya dominasi dalam perjalanannya.

Katanya SBY mau paling depan memberantas korupsi, tapi karena jalannya mundur, jelas aja SBY jadi paling belakang.

Demokrasi apa namanya kalau begini?

Demokrasi sekong alias sakit. Demokrasi masuk angin karena kebanyakan menguap, ngantuk dan bermimpi untuk menyelesaikan masalah.

Rotasi eksekutif berdampak pada legislatif; pastinya. Karena beberapa menteri baru itu sebelumnya duduk di legislatif dan malah ada bapaknya jadi menteri, anaknya dititip di legislatif.

Pak Beye, semoga pemerintahannya khusnul khotimah hingga akhir ya

Selamat menempuh hidup baru buat para menteri.

Pak Beye.. titip Pak Dahlan Iskan ya itu mutiara. Bukan untuk memoles wajah Bapak, tapi beliau bisa mentenramkan kami, rakyat yang masih punya harapan.

Hai, pengamat-pengamat politik yang bermunculan bermodalkan kertas hasil penelitian awasi mereka ya, bukan hanya dari pikiran, tapi juga kepedulian bagi kami yang tak terlalu pintar tapi cinta kepada negeri ini

Sekian.

Anak Saya Ngga Mau ke Surga

Posted on Oktober 16th, 2011 in Kisah Juga by lebahcerdas

Ritual shalat maghrib berjamaah dengan puteri saya, sangat menyenangkan. Biasanya usai salam, berdzikir, kemudian Naya (5 th) –dengan mukena strawberrynya–akan membaca do’a untuk kedua orang tua, lengkap dengan terjemahnya.

robbana a tina fiddunya hasanah, wafil akhirati hasanah wakina adzabannar

Ya Allah, sayangilah kedua orang tuaku seperti mereka menyayangiku di waktu kecil.

Di sampingnya, Andra (3 th), ikut menengadahkan tangan, sambil lirik-lirik matanya.

Hafalan surat pendeknya pun Naya langsung bacakan. Surat An Naas, Al Ikhlas, Al Falaaq. Biasanya setelah itu Naya nagih diceritakan tentang dongeng Islami dari Al Quran. Saya ambil yang gampang aja deh, cerita dari surat Al Fiil. Ditambah cerita lebay dikit lah, tanpa menghilangkan maksud suratnya.

Imam yang Diresehufle

Posted on Oktober 6th, 2011 in Kisah Juga by lebahcerdas

Terburu-buru saya mengisi shaf terdepan. Sholat Ashar saat itu. Di sebuah mesjid di pinggir jalan. Khusyu dan sunyi shalat jamaahnya.

Imamnya sudah lumayan tua, dan ketika berpindah ke gerakan ruku, Sang Imam mengeluarkan suara yang minim, tak terdengar. Saya ikuti dengan sudut mata saja, rekan jamaah di sebelah untuk ruku. Dikomando oleh gerakan, bukan suara.

Dari ruku, berganti gerakan ke i’tidal..

sami allahu liman hamidah….

tak terdengar lagi, minim.

Sekali lagi, saya dikomando oleh gerakan, bukan oleh suara.

Wasiat Mesjid 1 Milyar

Posted on Oktober 2nd, 2011 in Kisah Juga by lebahcerdas

Dari beberapa ustadz (ulama) di kampung saya, ada satu orang yang belum naik haji. Orangnya sederhana; tapi ilmunya dalam sekali. Punya pesantren tradisional.. Anaknya pun kini punya pesantren.

Dulu, waktu saya jadi kreatif Naik Haji Gratis di SCTV… saya (tadinya) mengusulkan beliau ini yang mendapat ‘jatah’ Naik Haji Gratis. Tapi karena alasan gender, maka, beliau tak terpilih…

Kemarin, usai ‘ziarah’ ke Monas dan mengikuti Kampanye Zakat di Bundaran HI.. saya ngobrol dengan anaknya… yang merupakan ibu dari 2 anak yatim yang kami bina di Pondok Yatim Menulis…

Saya bertanya tentang ayahnya…. Beliau yang menjadi ustadz dan ulama itu..
BS=saya, AU=Anak Ustadz

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »