Nikah Gratis dan Spring Bed di Ruang Tamu
Sebut saja namanya Endin. Kemarin siang bertemu tepat ketika saya melihat-lihat sebidang tanah, seluas 150 meter, di dekat rumahnya. Jika Allah mengijinkan, royalti dari buku lebah cerdas, akan saya gunakan untuk membeli tanah mungil itu dan mendirikan Pustaka Rumah Tulis di atasnya; semoga nanti bisa membuat perpustakaan mini di kampung, yang masih banyak terbelakang pendidikannya.
Kenapa saya berkepentingan bertemu dengan Endin? Karena Endin adalah orang yang akan menjadi tukang bangunan dari rumah itu nantinya. Insyaallah.
Endin cerita, kalau dirinya kini sedang susah. Semuanya berawal dari seorang temannya yang meminjam motor di akhir tahun 2008. Untuk jalan-jalan di tahun baru katanya, menuju Pelabuhan Ratu.
Karena sudah kenal, Endin meminjamkan motornya, dan meyakini bahwa 3 hari kemudian, motor itu akan dikembalikan.


