Oknum Polisinya Sudah Kenal

Posted on Maret 9th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

Cerita 1

Mau bareng ngga ke Pondok Cina? ajak teman saya, yang membawa motor. Kebetulan rutenya ke arah Pondok Cina. Saat itu sore, sudah jam pulang.

Ngga bawa helm, aman nggak? jawab saya, sekaligus bertanya balik.

Wah, ngga berani, polisinya suka iseng.. ntar kita dibiarin lewat, baru deh dikejar, priiit dan ditilang. Jawab temen saya.

Lho.. saya kalau naik ojek, ngga pernah ditilang tuh.. kata saya.

Polisinya udah kenal Pak, jadi dibiarin jawabnya enteng.

Supir Taksi yang Aneh

Posted on Maret 8th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

Pernah naik taksi? Pernah ngamatin bagaimana mereka merespon? Pernah ketemu supir taksi yang ngasih saran yang aneh?

Seingat saya, beberapa kali naik taksi, ada hal-hal aneh yang pernah saya hadapi. Saking anehnya, makanya sampai sekarang saya masih ingat. Sejak ada tarif lama sampai sekarang jadi tarif bawah.

1. Ditawarin beli mobilnya

“Priiiiiiiiit..” Seribu perak…

Posted on Maret 7th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged

Pagi tadi saya mau kirim buku AMPUH ke dua teman saya, satu di Jogja, satu lagi di Surabaya. Mereka minta dikirim buku padahal ada bukunya di Gramedia, karena pengen ada tanda tangan sama note dari penulis (taela, padahal penulisnya masih katro begini)…

Saya bawa motor ke kantor pos, bareng sama isteri dan anak. Ketika sampai sana, saya dikagetkan oleh bunyi peluit…

“Priiiiiiiiiiiiit”

Supir Taksi yang Komentator

Posted on Maret 7th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged ,

Siang ini, saya dan keluarga pergi ke Islamic Book Fair. Berangkat pake taksi dari Tanjung Priok, berkunjung, berkeliling, kalau saya melihat-lihat pameran, memang ada pekerjaan yang terkait. Jam 17.00 kami pulang, mencari taksi tarif bawah. Supirnya sudah tua,

Pak, ke Priok ya, tapi nganter adik saya dulu ke Tarakan

Siap Pak kata Pak Supir

Tau khan jalannya? tanya saya, soalnya tadi, pas berangkat, malah dikerjain, dibawa rada muter, jalan lebih jauh, katanya itu lebih deket. Alhasil, argonya lebih gede dari yang seharusnya.

Tarakan di Tanah Abang khan? jawab Pak Supir yakin.

Iya Pak. Jawab saya. Kami pun naik taksi itu.

Kondektur yang Sulit Ngitung

Posted on Maret 7th, 2009 in Kisah Juga by lebahcerdas  Tagged , ,

Pak, kembaliannya kok 22 ribu? tanya saya ke kondektur yang menagih ongkos. Ongkos ke Priok itu satu orang Rp 11.500, jadi kalau dua orang Rp 23.000. Saya kasih uang Rp. 50.000, kembaliannya Rp 27.000, kurang Rp 5.000

Bentar Pakngga ada recehan.. katanya. Posisi tangannya yang memegang uang, tepat di depan saya. Dan saya melihat ada uang recehan seribuan dan lima ribuan lumayan banyak.

Kondektur itu kemudian mengambil uang kembalian Rp 5.000 dan memberikan ke saya. Tampangnya gak ada perasaan bersalah.